Sabtu, Desember 10

Someone like you

I heard that you're settled down
That you found a girl and you're married now
I heard that your dreams came true
Guess she gave you things I didn't give to you

Old friend, why are you so shy?
Ain't like you to hold back or hide from the light

I hate to turn up out of the blue, uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me, it isn't over

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you, too
Don't forget me, I begged, I remember you said
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead


 

You know how the time flies
Only yesterday was the time of our lives
We were born and raised in a summer haze
Bound by the surprise of our glory days

I hate to turn up out of the blue, uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me, it isn't over yet

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you, too
Don't forget me, I begged, I remember you said
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead, yeah

Nothing compares, no worries or cares
Regrets and mistakes, they're memories made
Who would have known how bittersweet this would taste?

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you
Don't forget me, I begged, I remember you said
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead

Never mind, I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you, too
Don't forget me, I begged, I remember you said
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead
Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead

Sabtu, Desember 3

(Semacam ingin posting) Koas atau Dokter Muda, Dokter Beneran Gak Sih?

Yeallow.
I do really recognise that I'm a lazy blogger. Di saat tidak ada kerjaan, ngetik memang yang paling masuk akal untuk dilakukan, apalagi akhir-akhir ini ca lagi gak ada jadwal jaga di rumah sakit.
Ya sudah, I'm so sorry and I will (try to) post every week :p


Januari lalu baca post seorang temen (yg sdg koas juga) di facebook. Gini nih post nya.
"Tadi ada anak kecil di angkot. Ditanya mama nya kalau udah besar mau jadi apa. Si anak bilang pengen jadi dokter. Entar kalau koas pasti nyesel deh."

Terus kemarin si temen nge post lagi. "Gak nyesel jadi koas :")."
Nah lho?

Anyway, koas sudah menjadi kesibukan yang sangat sangat rutin setahun ini (dan baru nyadar kalau udah hampir setahun koas). Pengeeeennnnnn banget cerita tentang kehidupan koas di blog karena banyak cerita lucu, mengharukan, serem, bahkan menjijikkan, iyuuhhh. Mana tau ada penerbit gitu nerbitin blog ca jadi blog dodol blogger dokter (bodo bodo) hahahha.. Sounds like dr. Ferdiriva's book, heh?

Dicicil deh yah.
Sekarang mau cerita soal koas. Koas, ntah dari mana asal katanya, singkatan dari koasisten dokter.  Sekarang sih aslinya dipanggil dokter muda atau Kepaniteraan klinik senior (KKS). Tapi tetep aja di rumah sakit, kita diteriakin "Dok Koassss,," sama perawat2nya. Entahlah. Semcam kebiasaan mungkin.
Nah kerja koas itu ngapain sih di rumah sakit?
Nongkrong leha-leha di kantin rumah sakit ? Teeettt salah total. In your dream dude. (In my dream sih tepatnya).
Secara umum, koas di rumah sakit ditempatkan di dua tempat, di bangsal (itu lho yang rawat inap, ruang yang ada bed nya) dan di poliklinik (untuk yang rawat jalan).
Kalau di poli, koas bertugas menganamnesis pasien. Anamnesis itu nanya-nanya keluhan pasien. "Keluhannya apa bu? Sudah berapa lama timbul keluhannya bu? Keluhannya hilang timbul gak bu? Diperparah karena apa?" (kemudian digetok ibu-ibu karena kebanyakan nanya XD).
Kalau di ruangan atau bangsal, koas tugasnya menganamnesis juga. Namun, pasien yang di bangsal diikuti perjalanan penyakitnya, dari sejak dia masuk hingga keluar.

Mungkin sering mendengar kalimat "Saya tidak mau diobati oleh koas!."
Sebenarnya koas tidak melakukan pemberian obat. Pemberian obat tetap dilakukan oleh orang yang sudah bergelar dokter, sementara koas hanyalah dokter muda alias Sarjana Kedokteran, belum memiliki izin untuk melakukan itu. Koas hanya akan memeriksa pasien, kemudian dicocokkan dengan teori yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan. Sedih memang kalau ada pasien yang tidak mau diperiksa oleh koas, rasanya pengen ngeluarin wajah dgn puppy eyes sambil memelas, hehe. Tetapi sudah hak pasien kalau tidak ingin diperiksa, koas gak bisa maksa juga. *garuk-garuk tanah*

Kehidupan koas itu menyenangkan lho.
Tapi banyak gak enaknya juga.
Contohnya kalau jaga malam, gak bisa ketemu kasur dirumah. Atau menolak ajakan teman-teman buat nongkrong. That's life. Harus ada yang dikorbankan kan?

Rumah Sakit tempat ca koas. Kewl kan? Hehe :p
 
I love this process being a doctor. Semacam perjalanan hidup yang layak diposting.

See you around.
xoxo