Sabtu, Desember 3

(Semacam ingin posting) Koas atau Dokter Muda, Dokter Beneran Gak Sih?

Yeallow.
I do really recognise that I'm a lazy blogger. Di saat tidak ada kerjaan, ngetik memang yang paling masuk akal untuk dilakukan, apalagi akhir-akhir ini ca lagi gak ada jadwal jaga di rumah sakit.
Ya sudah, I'm so sorry and I will (try to) post every week :p


Januari lalu baca post seorang temen (yg sdg koas juga) di facebook. Gini nih post nya.
"Tadi ada anak kecil di angkot. Ditanya mama nya kalau udah besar mau jadi apa. Si anak bilang pengen jadi dokter. Entar kalau koas pasti nyesel deh."

Terus kemarin si temen nge post lagi. "Gak nyesel jadi koas :")."
Nah lho?

Anyway, koas sudah menjadi kesibukan yang sangat sangat rutin setahun ini (dan baru nyadar kalau udah hampir setahun koas). Pengeeeennnnnn banget cerita tentang kehidupan koas di blog karena banyak cerita lucu, mengharukan, serem, bahkan menjijikkan, iyuuhhh. Mana tau ada penerbit gitu nerbitin blog ca jadi blog dodol blogger dokter (bodo bodo) hahahha.. Sounds like dr. Ferdiriva's book, heh?

Dicicil deh yah.
Sekarang mau cerita soal koas. Koas, ntah dari mana asal katanya, singkatan dari koasisten dokter.  Sekarang sih aslinya dipanggil dokter muda atau Kepaniteraan klinik senior (KKS). Tapi tetep aja di rumah sakit, kita diteriakin "Dok Koassss,," sama perawat2nya. Entahlah. Semcam kebiasaan mungkin.
Nah kerja koas itu ngapain sih di rumah sakit?
Nongkrong leha-leha di kantin rumah sakit ? Teeettt salah total. In your dream dude. (In my dream sih tepatnya).
Secara umum, koas di rumah sakit ditempatkan di dua tempat, di bangsal (itu lho yang rawat inap, ruang yang ada bed nya) dan di poliklinik (untuk yang rawat jalan).
Kalau di poli, koas bertugas menganamnesis pasien. Anamnesis itu nanya-nanya keluhan pasien. "Keluhannya apa bu? Sudah berapa lama timbul keluhannya bu? Keluhannya hilang timbul gak bu? Diperparah karena apa?" (kemudian digetok ibu-ibu karena kebanyakan nanya XD).
Kalau di ruangan atau bangsal, koas tugasnya menganamnesis juga. Namun, pasien yang di bangsal diikuti perjalanan penyakitnya, dari sejak dia masuk hingga keluar.

Mungkin sering mendengar kalimat "Saya tidak mau diobati oleh koas!."
Sebenarnya koas tidak melakukan pemberian obat. Pemberian obat tetap dilakukan oleh orang yang sudah bergelar dokter, sementara koas hanyalah dokter muda alias Sarjana Kedokteran, belum memiliki izin untuk melakukan itu. Koas hanya akan memeriksa pasien, kemudian dicocokkan dengan teori yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan. Sedih memang kalau ada pasien yang tidak mau diperiksa oleh koas, rasanya pengen ngeluarin wajah dgn puppy eyes sambil memelas, hehe. Tetapi sudah hak pasien kalau tidak ingin diperiksa, koas gak bisa maksa juga. *garuk-garuk tanah*

Kehidupan koas itu menyenangkan lho.
Tapi banyak gak enaknya juga.
Contohnya kalau jaga malam, gak bisa ketemu kasur dirumah. Atau menolak ajakan teman-teman buat nongkrong. That's life. Harus ada yang dikorbankan kan?

Rumah Sakit tempat ca koas. Kewl kan? Hehe :p
 
I love this process being a doctor. Semacam perjalanan hidup yang layak diposting.

See you around.
xoxo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar